Rabu, 03 April 2013

Nilai dan Fungsi Lingkungan Lahan Basah



a. Pencegah Banjir dan Kekeringan
Rawa mempunyai fungsi lingkungan sebagai peredam atau pencegah banjir. Dengan adanya Rawa maka air limpasan permukaan akan tertampung sementara pada rawa tersebut. Air tersebut di keluarkan secara sedikit demi sedikit pada saat musim kemarau sehingga debit air sungai selalu stabil. Kemampuan suatu daerah rawa sebagai penyerapan dan penympan ait terganting pada jenis tanah dan topografinya. Pada
daerah rawa pembuatan drainase yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada lahan rawa tersebut.

b. Pengisi Air Tanah(Recharge) Penahan Intrusi Air Laut
Dalam  fungsi  ini rawa rawa yang berperan sebagai penampung air limpasan akan memberi kesempatan atau waktu yang lebih banyak supaya air dapat meresap ke dalam tananh. Air yang meresap akan mengisi aquifer dan menaikkan muka air tanah, sehingga dapat bekerja sebagai benteng untuk menahan intrusi air laut ke daratan

c. Penyimpan Karbon 
Lahan rawa gambut dapat menyimpan karbon pada biomassa tanaman, serasa di bawah hutan dan diatas permukaan Pada berbagai lokasi di Provinsi Jambi, Riau, dan Kalimantan Tengah, ketebalan gambut bisa mencapai 6-10 m dankandungan karbon tanah gambut bisa mencapai 60%. Setiap ketebalan satu meter, tanah gambut menyimpan sekitar 400 – 800 t karbon (C) per ha atau rata-rata sekitar 600 t Cha-1m-1. Ini berarti bahwa lahan gambut dengan ketebalan 5 m menyimpan sekitar 3.000 t Cha-1 . Lahan gambut menyimpan sekitar 329-525 gigaton(GT) karbon. Timbunan karbon yang tinggi tersebut terbentuk karena keadaan jenuh air (drainase jelek) pada lahan yang awalnya timbunan berupa danau dangkal. Karbon yang tersimpan di dalam tanah gambut bersifat tidak stabil. Apabila lahan gambut didrainase, maka bahan organik (yang menyimpan karbon) akan mudah terdekomposisi membentuk CO2, yaitu gas rumah kaca terpenting yang menyumbang pada pemanasan global

d. Pencegah Gas Emisi Rumah Kaca
Perombakan secara Anaerob terhadap bahan Organik gambut menghasilkan gas Metan(CH4) dan Karbon dioksida(CO2). Gas – gas terdebut dikenal sebagai gas rumah kaca yang sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan suhu di bumi

e. Membersihkan Bahan Racun
Di lahan rawa terdapat tumbuhan yang mampu menyerap racun dan meningkatkan kualitas air. Diantaranya :Eceng gondok, Kangkung dan Rumput.

f. Sumber plasma nutfah
            Di dalam suatu lahan basah terdapat berbagai jenis spesies tumbuhan dan juga binatang. Di sampng itu lahan basah dapat menjadi tempat pemijahan ikan.

g. Peranan Lahan basah(Wetlands) dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
Peran yang dimainkan oleh wetlandss dalam pengelolaan DAS sangat penting yakni, melindungi kualitas air dan kuantitasnya dalam jumlah yang cukup. Perannya dilihat dari kuantitas yang cukup dan seimbang yaitu, wetlands dapat diibaratkan sebagai spoon (busa) raksasa, yakni pada musim hujan, dia akan menyerap air dan jika terjadi kelebihan maka air tersebut akan dialirkan menjadi air tanah (Ground water). Pada musim kering air dari wetlands akan dikeluarkan untuk dimanfaatkan. Sementara itu dari segi kualitas air, peran dari wetlands adalah menahan atau menyaring sampah-sampah baik yang mengadung racun untuk dan pada saat air tersebut keluar maka akan menjadi air murni (Aquatic). Dari segi sedimentasi yang dibawa oleh run off, maka wetlang juga menahan unsure-unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman, juga menahan endapan agar tidak terbawa oleh arus sungai yang akan menyebabkan pendangkalan. Perlunya memperhatikan wetlands didalam pengelolaan DAS, karena tanpa wetlands pengelolaan DAS akan semakin kompleks yakni, akan banyak peningkatan genangan air, yang pada akhirnya menyebabkan banjir, jika dalam jumlahnya besar, penurunan kualitas air, dan kerusakan habitat baik tumbuhan dan hewan.
Menurut CTI 2007, ada tujuh manfaat yang diperankan oleh
Wetlands, dalam rangka pengelolaan DAS yaitu ;
·         Memperbaiki kualitas air, dengan cara menahan unsur hara, sampah-sampah organik dan kiriman endapan yang terjadi akibat run off.
·         Mengurangi pengaruh buruk banjir, yang langsung ke muara dengan menahan air tersebut dan melepaskannya pada musim kering.
·         Melindungi daerah-daerah pinggiran atau pesisir dari kemungkinan erosi.
·         Memulihkan kembali persediaan air tanah yang berpotensi kekurangan air pada musim kering
·         Penyedia makanan dan produk lain, misalnya ikan untuk manusia baik untuk konsumen sendiri atau diperdagangkan.
·         Cagar alam, termasuk untuk jenis jarang dan terancam punah, tempat mencari makan, berkembang biak, dan tempat istirahat.
·         Menambah peluang untuk rekreasi, melihat burung, berburu burung laut, potografi dan pendidikan luar.
Dari manfaat yang dipaparkan diatas jelas terlihat bahwa wetlands sangat penting untuk menjaga stabilitas suatu DAS. dengan menjaga wetland, secara tidak langsung akan menjamin fungsi DAS dan aktifitas biologis lainnya. wetlands berfungsi sebagai buffer (penyangga) dalam suatu DAS. Ekosistim Wetland yang beragam, mampu menyangga semua aktifitas manusia dan alam.
Ketidakseimbangan alam yang berdampak kepada bencana alam, sebenarnya mampu direstore (dipulihkan kembali), dengan biaya yang relatif murah antara lain adalah dengan menjaga kelestarian fungsi dari Wetlands, namun jika suatu Wetlands tidak lagi dapat menjalankan fungsinya atau telah tercemar, maka bisa dipastikan DAS menaunginya akan tercemar pula. Hal yang demikian itu dapat dikatakan Wetlands merupakan kunci bagi terjaminnya pengelolaan suatu DAS.








Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Loading...

Seputar Dunia Teknik Sipil

Goal.com News - Indonesia

mau download sofware terupdate dan gratis ? ne gw kasih dech :

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Total Tayangan Halaman