Senin, 02 April 2012

EKONOMI TEKNIK


Benefit dan Biaya Proyek

Secara sederhana dalam perhitungan ekonomi, kita mengenal pemasukan dan pengeluaran. Atau yang lebih banyak dengan dikenal dengan benefit dan cost. Berikut akan dijelaskan secara singkat tentang benefit dan biaya tersebut.
1.      Benefit
Ada 3 Jenis Benefit yang diperoleh proyek ;
a.      Direct Benefits
Yang dimaksud dengan direct benefit adalah keuntungan langsung yang diperoleh baik akibat adanya kenaikan dalam output fisik atau nilai output seperti ; perbaikan kualitas, perubahan lokasi, perubahan dalam waktu penjualan, penurunan dan sebagainya maupun karena adanya penurunan biaya (cost).

Kenaikan dalam produk fisik misalnya terjadi karena naiknya permintaan baik karena terjadinya
penurunan harga maupun karena sebab lain seperti, adanya teknologi baru produk sejenis dan lain-lain. Dengan naiknya permintaan tentunya akan dapat menaikkan pendapatan total.
Kenaikan nilai output juga dapat terjadi karena adanya perbaikan mutu produk. Dalam hal ini mungkin jumlah pengadaan produk dapat tetap tidak berubah, tetapi kualitasnya naik, sehingga nilainya (harga rata-rata) menjadi naik, dengan demikian jumlah penerimaan total akan naik.
Perubahan dalam lokasi penjualan juga dapat menaikkan keuntungan. Hal ini merupakan perbaikan dalam pemasaran produk.
Kemungkinan lain dari keuntungan langsung ini adalah dengan menurunkan biaya (cost). Penurunan dapat terjadi karena adanya perbaikan dalam proses produksi seperti mekanisasi, penurunan biaya pengangkutan, dan penurunan atau penghindaran kerugian.
b.      Indirect Benefits
Yang dimaksud dengan indirect benefits ialah benefit yang timbul atau dirasakan di luar proyek.

c.       Ingtanible Benefits
Ingtanible suatu proyek adalah benefit yang sulit dinilai dengan uang seperti perbaikan lingkungan hidup, perbaikan pemandangan karena adanya taman, perbaikan distribusi pendapatan, integrasi nasional, pertahanan nasional dan sebagainya.

2.      Biaya
Yang termasuk dalam biaya proyek adalah :
a.      Sunk Costs
Sunk costs adalah biaya yang dikeluarkan sebelum keputusan proyek dilaksanakan. Biaya ini tidak diperhitungkan dalam evaluasi proyek, dengan demikian biaya tersebut tidak akan mempengaruhi pilihan proyek.

b.      Biaya Penyusutan
Biaya yang diperhitungkan sehubungan dengan terjadinya penurunan nilai proyek. Tetapi sebenarnya penyusutan ini sendiri tidaklah mengandung unsure pengeluaran dalam bentuk riil.

c.       Pelunasan Hutang Beserta Bunganya
Pengeluaran angsuran dan bunga dalam ekonomi tergantung pada apakah ada beban sosial yang harus ditanggung masyarakat sehubungan dengan pelunasan pembiayaan proyek.
Biaya investasi suatu proyek dapat diperhitungkan baik ketika invesrasi suatu proyek dapat diperhitungkan baik ketika investasi itu dikeluarkan, maupun waktu pinjaman itu dilunasi beserta bunganya.


d.      Biaya Studi Kelayakan dan Rekayasa
Biaya-biaya ini tidak diperhitungkan sebagai biaya investasi karena dianggap sebagai sunk cost. Namun khusus untuk biaya-biaya yang akan dikeluarkan nanti untuk membuat rancangan akhir (final design), karena rancangan akhir ini dibuat baru sesudah adanya keputusan bahwa proyek tersebut akan dilaksanakan.

e.       Tanah
Biaya tanah diperhitungkan apabila dalam pelaksanaan proyek mengorbankan tanah produktif seperti persawahan, perkebunan dan lain-lain. Yang dihitung dalam hal ini adalah “nilai sekarang bersih” (net persen value) dari produksi tanah yang ddikorbankan itu. Di sini yang dijadikan sebagai pegangan dalam menilai output tanah tersebut adalah harga pasar.

f.       Biaya Konstruksi Dan Pengadaan Peralatan
Biaya – biaya yang dimaksudkan dalam biaya konstruksi dan pengadaan peralatan adalah biaya yang dikeluarkan untuk  faktor – factor produksi seperti peralatan,bahan dan tenaga kerja.

g.      Bunga Selama Konstruksi
Biaya yang diakibatkan oleh adanya keharusan membayar bunga pinjaman selama konstruksi biasanya tidak dihitung sebagai biaya ekonomis. Namun jika “Social Opportunity Cost” investasi tersebut dianggap terdiri dari arus pelunasan hutang dan bunga selama waktu yang akan datang, maka pembayaran bunga selama masa konstruksi termasuk arus pelunasan tersebut dan perlu diperhitungkan  sebagai biaya ekonomis.

h.      Modal Kerja
Kadang – kadang kerja tidak begitu kelihatan dalam pengeluaran proyek, tetapi terikat dalam proyek dan tidak dapat digunakan untuk tujuan – tujuan lain. Untuk itu perlu dianggap sebagai biaya tahun pertama digunakan. Dan pada akhir usia proyek diperhitungkan sebagai nilai sisa dari proyek (salvage value).

i.        Biaya Operasi dan Pemeliharaan
Biaya-biaya ini adalah biaya rutin yang harus dikeluarkan. Tujuan dari perhitungan biaya operasi dan pemeliharaan ini adalah agar didapatkan gambaran benefit bersihnya. Yang termasuk dalam biaya-biaya ini adalah: gaji/upah/tunjangan, bahan bakar, air/listrik/telekomunikasi, bahan baku, pembelian barang dan jasa untuk pemeliharaan dan perbaikan, dan lain – lain seperti ; keperluan kantor, biaya perjalanan, jasa-jasa ahli dan sebagainya.


j.        Biaya Tak Terduga
Untuk menghindari kerugian akibat kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi, maka perlu ditambahkan suatu jumlah yang dalam biaya konstruksi. atau kejadian yang tak terduga sebelumnya yang mengakibatkan membengkaknya biaya pelaksanaan.

k.      Ingtanible Costs
Biaya tersebut adalah biaya yang sulit diukur dan dihitung dalam bentuk uang misalnya akibat adanya proyek, terjadinya pengotoran udara , air, rusaknya pandangan karena adanya jaringan listrik dan sebagainya.









Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Loading...

Seputar Dunia Teknik Sipil

Goal.com News - Indonesia

mau download sofware terupdate dan gratis ? ne gw kasih dech :

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Total Tayangan Laman