Minggu, 22 April 2012

ANALISA RISIKO PELAKSANAAN PROYEK PEMBUKAAN TEMPAT KARAOKE KELUARGA “HAPPY FAMILY”


 
1.      Latar Belakang
Karaoke adalah suatu bentuk hiburan yang sangat populer di asia termasuk Indonesia. Karaoke berasal dari bahasa Jepang yaitu Kara (kosong) dan Okesutora (orkestra) yang artinya sebuah bentuk hiburan di mana seseorang menyanyi diiringi dengan musik video dan teks lirik yang ditunjukkan pada sebuah layar. Dan di beberapa negara-negara tertentu karena yang digunakan untuk menunjukkan teks dan lirik adalah televisi maka hiburan ini disebut juga KTV (karaoke televison).
Karaoke yang sangat mem-booming di dunia pada saat ini ditemukan pertama kali oleh seorang warganegara Jepang yang bernama Daisuke Inoue, pada tahun 1971 di kota Kobe. Namun sayang penemuannya yang penting ini tidak dia patenkan sehingga akhirnya hak paten atas system karaoke dimiliki oleh Roberto del Rosario seorang pengusaha Filipina pada tahun 1986, setelah
selama tiga tahun dia berjuang di pengadilan melawan perusahaan-perusahaan Jepang. System karaoke yang dipatenkan atas nama Roberto del Rosario disebut dengan Minus-one.
Walaupun begitu, dunia tetap mencatat Daisuke Inoue sebagai pencipta dari karaoke dengan cara memberikannya sebuah Nobel Perdamaian pada tahun 2004 dengan alasan bahwa penemuannya yaitu karaoke telah memberikan suatu cara yang benar-benar baru dalam hal seseorang belajar bertoleransi kepada orang lain.
Di Indonesia sendiri sampai saat ini tidak ada data yang benar-benar valid kapan dan dimana karaoke pertama kali didirikan. Namun berdasarkan data yang ada, karaoke pada awalnya dianggap sebagai hiburan yang mahal dan dipandang sebagai hiburan malam yang berkonotasi negatif oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
Besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap karaoke, membuat para pengusaha berlomba-lomba membangun tempat-tempat karaoke dimana-mana. Sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan keinginan untuk menciptakan suatu hal yang baru. Sehingga mengakibatkan konsumen dihadapkan pada produk yang sama dan itu-itu saja dan akhirnya pengusaha karaoke terjebak pada perang harga satu sama lain.
Karaoke di masa kini bukan hanya sebagai tempat dimana seseorang mengeluarkan uang agar dia bisa menyanyi dengan diiringi oleh music video terbaru dan teks pada layar televisi, tapi konsumen berharap lebih dari itu. Karaoke diharapkan sebagai sebuah tempat yang nyaman untuk hang out bersama keluarga dan teman, informal meeting, arisan, menonton siaran sepak bola, party, yang memiliki sebuah privacy namun tidak melupakan unsur lifestyle dan status sosial konsumen itu sendiri.
Di Pekanbaru, tempat karaoke bisa dikatakan belum begitu banyak, hal tersebut merupakan suatu peluang besar, karena para pesaing dalam usaha yang sama tidak begitu banyak sehingga memudahkan dalam hal memikat konsumen.
Kawasan Panam merupakan kawasan yang saat ini berkembang pesat sekali, pemukiman penduduk semakin ramai, begitu juga dengan bangunan-bangaunan seperti ruko dan bangunan lainnya. Hal tersebut berbanding lurus dengan peluang usaha dalam kawasan tersebut. Selain itu di kawasan Panam terdapat dua Universitas Negeri ternama di Pekanbaru yaitu Universitas Riau dan Universitas Islam Negeri. Sebagian besar mahasiswa bahkan bisa dikatakan hampir seluruh mahasiswa memiliki hobi karaokean, baik sekedar hiburan belaka hingga untuk melatih olah vokal mereka.
Berdasarkan kenyataan di atas, mendorong serta memotivasi kami untuk melakukan pembukaan tempat karaoke. Tetapi, pada kenyataannya berbagai kendala dapat muncul sehingga target/sasaran proyek  tidak mampu dicapai. Hal ini bisa terjadi bila konsumen yang datang hanya sedkit dan kondutifitas ruangan bacaan kurang. Oleh karena itu diperlukan suatu analisa terhadap risiko-risiko yang kemungkinan dapat muncul dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil dari pelaksanaan proyek ini. Risiko-risiko ini kemudian diharapkan mampu untuk dikendalikan sehingga memberikan nilai keuntungan bagi project owner.

2.      Pemilihan Lokasi
Lokasi pembuatan tempat karaoke keluarga ini adalah di Kawasan Panam, karena Panam merupakan kawasan yang saat ini sangat maju berkembang, ditambah lagi dengan penduduknya yang semakin banyak. Waktu operasi tempat karaoke yaitu dari pukul 12.00 – 01.00 (13 jam).

3.      Penyediaan alternatif
Pada saat dimunculkannya ide untuk melakukan pembukaan taman tempat karaoke keluarga, terdapat 2 alternatif yang dapat dipilih untuk memberikan hasil yang baik dengan bunga dihitung perbulan sebesar 2 %. Dalam hal ini alternatif I merupakan optimistik sedangkan alternatif II merupakan morelikely.
Tempat karaoke ini dierencanakan untuk 10 kamar yang terdiri dari :
ü  Small        : 6 kamar (kapasitas 4 orang)
ü  Medium   : 2 kamar (kapasitas 8 orang)
ü  Large       : 2 kamar (kapasitas 15 orang)

A.    Pengeluaran

ALTERNATIF 1
-       Investasi Awal
·            Pengurusan Surat Izin Usaha         : Rp 5.000.000,-              
·            Sewa Tempat selama 1 tahun         : Rp 30.000.000,-            
·            Renovasi Ruangan                          : Rp 15.000.000,-
(@ Rp 1.500.000 x 10)                  
·            Sound System (baru, mutu 1)         : Rp 110.000.000,-
(@ Rp 13.000.000 x 10)        
·            LCD                                               : Rp 30.000.000,-
(@ Rp 3.000.000 x 10)          
·            Microphone                                    : Rp 3.000.000,-
(@ Rp 300.000 x 10)             
·            Software Karaoke                          : Rp 20.000.000,-
(@ Rp 2.000.000,- x 10)        
·            Meja (bofet)                                    : Rp 20.000.000,-
(@ Rp 2.000.000,- x 10)        
·            Sofa                                                : Rp 20.000.000,-            
(@ Rp 2.000.000,- x 10)
·            Peredam Suara                                : Rp 10.000.000,-
(@ Rp 1.000.000,- x 10)
·            Lampu Penerangan                         : Rp 3.000.000,-
(@ Rp 300.000,- x 10)           
·            Promosi                                           : Rp 2.000.000,-
TOTAL                                                   Rp 288.000.000,-

-       Biaya Operasional
·            Gaji Karyawan                               : Rp 10.500.000,-/ bulan 
(7 orang, @Rp 1.500.000,-)
·            Listrik                                             : Rp 20.000.000,-/bulan
·            Snack,makanan dan minuman        : Rp 5.000.000,-/bulan    
·            Teknisi                                            : Rp 10.000.000,-/bulan
                       TOTAL                                                   Rp 45.500.000,-




ALTERNATIF 2
-       Investasi Awal
·            Pengurusan Surat Izin Usaha         : Rp 5.000.000,-              
·            Sewa Tempat selama 1 tahun         : Rp 30.000.000,-            
·            Renovasi Ruangan                          : Rp 15.000.000,-
(@ Rp 1.500.000 x 10)                  
·            Sound System (baru, mutu 2)         : Rp 100.000.000,-
(@ Rp 10.000.000 x 10)        
·            LCD                                               : Rp 30.000.000,-
(@ Rp 3.000.000 x 10)          
·            Microphone                                    : Rp 3.000.000,-
(@ Rp 300.000 x 10)             
·            Software Karaoke                          : Rp 20.000.000,-
(@ Rp 2.000.000,- x 10)        
·            Meja (bofet)                                    : Rp 20.000.000,-
(@ Rp 2.000.000,- x 10)        
·            Sofa                                                : Rp 20.000.000,-            
(@ Rp 2.000.000,- x 10)
·            Peredam Suara                                : Rp 10.000.000,-
(@ Rp 1.000.000,- x 10)
·            Lampu Penerangan                         : Rp 3.000.000,-
(@ Rp 300.000,- x 10)
·            Promosi                                           : Rp 2.000.000,-
·            Mesin Generator                             : Rp 20.000.000,-
TOTAL                                                   Rp 288.000.000,-





-       Biaya Operasional
·            Gaji Karyawan                               : Rp 10.500.000,-/ bulan 
(7 orang, @Rp 1.500.000,-)
·            Listrik                                             : Rp 20.000.000,-/bulan
·            Snack,makanan dan minuman        : Rp 5.000.000,-/bulan    
·            Teknisi                                            : Rp 10.000.000,-/bulan
                       TOTAL                                                   Rp 45.500.000,-

            b.   Pendapatan
                              Pendapatan yang diharapkan dalam pembuatan tempat karaoke ini adalah sebagai berikut :
                  Jumlah kamar yang tersedia adalah :
·         Small        : 6 kamar
·         Medium   : 2 kamar
·         Large       : 2 kamar

                  Waktu operasi selama 13 jam. Asumsi waktu operasi efektif penyewaan tempat karaoke masing-masing tipe kamar adalah :
·         Small        : 11 jam
·         Medium   :   6 jam
·         Large       :   4 jam

                  Harga sewa untuk masing-masing tipe kamar adalah :
·         Small        : Rp 30.000,-/jam
·         Medium   : Rp 38.000,-/jam
·         Large       : Rp 45.000,-/jam


Sehingga pendapatan perharinya untuk masing-masing tipe kamar adalah :
·         Small        : Rp 30.000,-/jam x 11 jam x 6 kamar = Rp 1.980.000,-/hari
·         Medium   : Rp 38.000,-/jam x   6 jam x 2 kamar = Rp 456.000,-/hari
·         Large       : Rp 45.000,-/jam x   4 jam x 2 kamar = Rp 360.000,-/hari

TOTAL          : Rp 2.796.000/hari
                       : Rp 83.880.000/bulan

Berikut alternatif 1 dan alternatif 2 dalam bentuk table.
No
BIAYA
ALTERNATIF

A (Rp)
B (Rp)


Pengeluaran



1
Pengurusan surat izin usaha
5000000
5000000

2
Sewa tempat selama 1 tahun
30000000
30000000

3
Renovasi Ruangan
15000000
15000000

4
Sound System (baru, mutu 1)
110000000
-

5
Sound System (baru, mutu 2)
-
100000000

6
LCD
30000000
30000000

7
Microphone
3000000
3000000

8
Software karaoke
20000000
20000000

9
Meja (bofet)
20000000
20000000

10
Sofa
20000000
20000000

11
Peredam Suara
10000000
10000000

12
Lampu penerangan
3000000
3000000

13
Promosi
2000000
2000000

14
Mesin Generator
-
30000000


TOTAL
268000000
288000000


Operasional



1
Gaji Karyawan
10500000
10500000

2
Listrik
20000000
20000000

3
Snack, Makanan dan Minuman
5000000
5000000

4
Teknisi
10000000
10000000


TOTAL
45500000
45500000



            Dari kedua alternatif inilah akan ditentukan alternatif mana yang akan digunakan dengan menggunakan 3 jenis analisa alternatif yaitu NPV, BCR dan IRR, dan alternatif yang terpilih akan dilakukan analisa sensitifitasnya untuk menentukan nilai maksimum dan minimum terhadap BCR sama dengan 1.

4.      Pemilihan alternatif

·      Perhitungan NPV
Alternatif 1
A2 = Rp 83.880.000,-

 
P = Rp 268.000.000
 
A1 = Rp 45.500.000

 
NPV    = - P - A1 (P/A, 2%,12) + A2 (P/A, 2%,12)
          = - Rp 268.000.000 – Rp 45.500.000 (10,575) + Rp 83.880.000 (10,575)
          = - Rp 268.000.000 – Rp 481.162.500 + Rp 887.031.000
          = Rp 137.868.500,-







-       Alternatif 2
A2 = Rp 83.880.000,-
 
A1 = Rp 45.500.000
 
P =Rp 288.000.000,-
 
NPV    = - P - A1 (P/A, 2%,12) + A2 (P/A, 2%,12)
          = - Rp 288.000.000 – Rp 45.500.000 (10,575) + Rp 83.880.000 (10,575)
          = - Rp 288.000.000 – Rp 481.162.500 + Rp 887.031.000
          = Rp 117.868.500,-


Perhitungan nilai NPV menggunakan acuan sebagai berikut :
·      Pengeluaran negatif
·      Pendapatan positif










·      Perhitungan BCR
-       Alternatif 1
Benefit   : Rp 887.031.000,-
Cost       : Rp 268.000.000 + Rp 481.162.500 = Rp 749.162.500,-

BCR       =
               =
            = 1.18

-       Alternatif 2
Benefit   : Rp 887.031.000,-
Cost       : Rp 288.000.000 + Rp 481.162.500 = Rp 769.162.500,-

BCR       =
               =
                             = 1.15                           

Nilai dari BCR harus lebih dari 1, agar dapat memperoleh keuntungan.


·      Perhitungan IRR
-       Alternatif 1
       P                         = - A1 (P/A, x%,12) + A2 (P/A, x%,12)
       Rp 268.000.000 = -Rp 481.162.500 (P/A, x%,12) + Rp 887.031.000(P/A, x%,12)
       Rp 268.000.000 = Rp 87.031.000 (P/A, x%,12)
       (P/A, x%,12)      = 3,08

       Dari tabel bunga diperoleh :
       30 % = 3,190
       35 % = 2,799


-       Altrernatif 2
       P                         = - A1 (P/A, x%,12) + A2 (P/A, x%,12)
       Rp 288.000.000 = -Rp 481.162.500 (P/A, x%,12) + Rp 887.031.000(P/A, x%,12)
       Rp 288.000.000 = Rp 87.031.000 (P/A, x%,12)
       (P/A, x%,12)      = 3,31

       Dari tabel bunga diperoleh :
       25 % = 3,725
       30 % = 3,190


·      Hasil dari perhitungan/keputusan alternatif
Dari hasil perhitungan tersebut, maka diputuskan untuk menggunakan alternatif 1, karena memberikan NPV yang besar untuk pendapatan, BCR yang lebih dari satu, dan IRR yang persentasenya 31,41 %, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan alternatif 2.



5.      Analisa sensitifitas
Dalam proyek pembuatan tempat karaoke ini, ada 3 parameter untuk keperluan dilakukannya analisa sensitifitas dalam upaya investment return dalam kurun waktu 1 tahun, yaitu:

·      Investasi
NPV    = - I - A1 (P/A, 2%,12) + A2 (P/A, 2%,12)
0          = - I - Rp 45.500.000 (10,575) + Rp 83.880.000 (10,575)
I          = -  Rp 481.162.500 + Rp 887.031.000
I          = Rp 405.868.500,-

            Jadi, besar nilai uang investasi yang dapat dikeluarkan hingga mencapai keadaan seimbang, BCR = 1 adalah sebesar Rp 405.868.500,-

·      Biaya Operasional/bulan
NPV = - P - C (P/A, 2%,12) + A2 (P/A, 2%,12)
0        = - Rp 268.000.000 – C (10,575) + Rp 83.880.000 (10,575)
C       = (- Rp 268.000.000 + Rp 887.031.000)/10,575
C       = Rp 619.031.000,-/10,575
C       = Rp 61.903.000,-

            Jadi, besar nilai biaya operasional yang dapat dikeluarkan hingga mencapai keadaan seimbang, BCR = 1 adalah sebesar Rp 61.903.000,-

·      Pendapatan
NPV = - P – A1 (P/A, 2%,12) + B (P/A, 2%,12)
                 0        = - Rp 268.000.000 – Rp 45.500.000 (10,575) + B (10,575)
B       = (- Rp 268.000.000 – Rp 481.162.500)/-10,575
B       = Rp 749.162.500,-/10,575
B       = Rp 74.916.250,-
            Jadi, besar nilai pendapatan bruto minimal yang harus dapat diperoleh hingga mencapai keadaan seimbang, BCR = 1 adalah sebesar Rp  74.916.250,-

6.      Hasil akhir dari mitigasi risiko

Dari serangkai kegiatan, maka nilai-nilai pengeluaran dan pendapatan yang berubah adalah seperti yang terlihat pada tabel  berikut :
Sebelum analisa risiko
Uraian
Rencana Awal
Investasi
Rp 268.000.000,-
Biaya operasional
Rp 45.500.000,-
Pendapatan
Rp 83.880.000,-
Kerugian
Rp 229.620.000,-


Setelah analisa risiko
Uraian
Analisa Awal
Investasi
Rp 268.000.000,-
Biaya operasional
Rp 481.162.000,-
pendapatan
Rp 887.031.000
Keuntungan
Rp 137.869.000

Tabel tersebut menunjukan bahwa dengan melakukan analisa risiko terhapat biaya, mampu mengatasi kerugian, bahkan meningkatkan keuntungan yang diawal perencanaan menjadi Rp 137.869.000 (belum termasuk keuntungan dari penjualan makanan dan minuman).

Berdasarkan hasil analisa sensitifitas untuk alternatif yang terpilih diperoleh nilai Investasi sebesar Rp 405.868.500,-. Ini adalah nilai optimistic, sementara untuk nilai pesimistiknya adalah ditambah dengan Rp 405.868.500,- + (5% x Rp 405.868.500,-) = Rp 426.161.925

Maka range estimasi biaya untuk proyek pembuatan tempat karaoke ini adalah Rp 405.868.500,- hingga Rp 426.161.925.
                                   
7.      Kesimpulan
Dari keseluruhan hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa analisa risiko sangat penting terhadap jalannya suatu proyek, baik dalam proyek konstruksi  maupun proyek non-konstruksi. Karena, pada kenyataan, jalannya suatu proyek tidak sama dengan hal-hal yang sudah direncanakan, faktor-faktor/hal-hal yang bersifat fluktuatif akan mampu mempengaruhi hasil proyek secara signifikan, begitu pula dengan human factor. Dengan adanya analisa risiko ini maka kerugian akan dapat diminimalisir bahkan berubah menjadi keuntungan, hasil dari proyek menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Loading...

Seputar Dunia Teknik Sipil

Goal.com News - Indonesia

mau download sofware terupdate dan gratis ? ne gw kasih dech :

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Total Tayangan Halaman